Off Walls Off Pedestals

Halatuju Seni Rupa Malaysia (Nota Tahun 2003)

Posted in Nota Rampai SERUM by tsabri on March 1, 2011

BSLN: Balai Seni Lukis Negara

BMS: Bakat Muda Sezaman

Seperti yang dicatat, pada 19 & 26 Februari 2011 yang lepas, BSLN telah menganjurkan sebuah Bicara Seni khusus membicarakan persoalan ‘pendirian’ dan ‘halatuju’ artis dan karya BMS. Berikut adalah nota yang saya buat berkaitan dengan ‘halatuju’ pada tahun 2003. Saya dapati apa yang dibincangkan di Bicara Seni BMS, terutamanya pada 26 Februari itu, tidak ada bezanya dengan apa yang saya notakan pada tahun 2003 dahulu.

Halatuju SERUM

Kita berada di zaman globalisasi. Pertemuan dan perbauran antara berbagai ide dan perkara sedang rancak berlaku kerana banyak sempadan dan dinding telah diroboh atau ditembusi. Yang tidak berdaya ditindas, ditinggalkan atau paling tidakpun dijadikan bahan kajian oleh pihak yang mampu dan penuh daya. Dimana kita? Dimana Seni Rupa Malaysia (SERUM)?

SERUM adalah salah satu jelmaan dari semangat berdirinya negara Malaysia sejak 46 tahun yang lalu. Sikap toleran dan demokratis masyarakat Malaysia yang terdiri dari beraneka kepercayaan, bangsa dan suku kaum itulah yang menciri dan memaknai SERUM sehingga kini. Bentuk kesenian masa lalu dan masyarakat asal, sebelum Malaysia, menyediakan banyak peluang perkembangan dan terus hidup bersama dengan ide-ide masyarakat mendatang, disamping pengaruh-pengaruh internasionalisasi abab ke 20.

Perkembangan SERUM, yang tidak sampai setengah abab ini pun lagi, sebenarnya masih pada peringkat awal perkembangan – baru dalam mengatur langkah, masih dalam proses pembuatan dan pengukukuhan landasan. Dan, dalam proses awal yang penuh cabaran ini, kita kerap diajukan dengan persoalan-persoalan yang dianggap besar seperti halatuju dan bentuk SERUM.

Semestinya persoalan-persoalan ini penting dan wajar dibincangkan, namun setakat ini tidak banyak usaha-usaha yang dapat dilihat sebagai membina. Yang banyak adalah suara-suara tidak puas hati, kekecewaan, pesimisme, penuh prasangka dan saling tuduh-menuduh. Dan, yang ada pula serba tidak kena, tidak cukup itu tidak kemas ini, sehingga terkesan kejahilan dan kurangnya ilmu kita. Telah tersasarkah kita? Telah tersalah jalankah kita? Tidak tahu dan tidak kenalkah kita dengan bentuk sendiri?

Halatuju tetap ada di depan. Soal kemana, bagaimana dan macamana rupa halatuju itu tentulah bergantung kepada kerja-kerja kita. Namun, semestinya semua harus sedar dan terus memunafaatkan waktu dan ilmu. Kita kini bersama-sama bersaing dengan masyarakat dari kebudayaan-kebudayaan besar yang telah lama matang.

Tsabri Ibrahim

March 2003

Inside: Continued Lessons (view 4) | 2004 | Rumah Air Panas, K. Lumpur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.